Blog kumpulan berita yang terbaru, tips, hiburan, review aplikasi, blogging, cara mengatasi, kumpulan dari berbagai harga, smarphone android, laptop. Karena hidup adalah pilihan

Ahok Diperiksa KPK Soal Suap Raperda Reklamasi

Penyidik KPK memanggil Basuki Tjahaja Purnama yang biasa dipanggil dengan sebutan Pak Ahok hari ini. Ahok akan diperiksa KPK sebagai Gubernur DKI Jakarta tentang informasi soal suap raperda reklamasi yang masih dalam proses pendalaman pemeriksaan kasus.



" Iya, hari ini penyidik KPK menjadwalkan ada pemeriksaan kepada Bapak Gubernur DKI Ahok sebagai saksi berkaitan masalah suap kajian raperda reklamasi, " ucap Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati saat di konfirmasi, Selasa (10/5/2016).

Ini adalah waktu pertama kali Ahok diperiksa KPK berkaitan soal suap raperda reklamasi di wilayah DKI. Terlebih dulu, beberapa anak buah Ahok sudah ikut diperiksa sebagai saksi dari lingkungan Pemprov DKI seperti dari Kepala Bappeda Tuty Kusumawati serta Kepala BPKAD Heru Budi Hartono. Tidak cuma itu, penyidik KPK juga sudah mengecek beberapa pihak dari DPRD DKI seperti M Taufik sebagai Ketua Balegda serta Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.

Ahok sendiri menyatakan akan siap untuk memenuhi panggilan KPK itu. Dia menginginkan supaya masalah soal suap raperda reklamasi kalau bisa selekasnya masuk ke persidangan.

 " Datang dong  saya memenuhi panggilan KPK, agar cepat selesai kasus soal raperda reklamasi. Sepanjang hari besok, saya sudah mengosongkan jadwal kegubernuran cuma untuk bersaksi di KPK, " kata Ahok, Senin, 9 Mei 2016.

Dalam masalah soal suap raperda reklamasi diketahui kalau penyidik KPK sudah menjerat 3 orang tersangka. Orang yang pertama yakni M Sanusi sebagai Ketua Komisi D DPRD DKI. Dia disangka terima suap dari satu diantara pihak perusahaan pengembang yakni PT Agung Podomoro Land (PT APLN). Dua orang tersangka setelah itu yakni pemberi suap, Presdir PT APLN Ariesman Widjaja serta anak buahnya, Trinanda Prihantoro.

KPK pun tengah mempelajari lebih dalam tentang beberapa peran pihak lain dalam masalah suap raperda reklamasi. KPK mengira M Sanusi sebagai anggota Balegda tak bermain sendirian untuk memainkan kajian dua raperda reklamasi itu.

Baca juga:
Permintaan Maaf Saut Situmorang Pada HMI

KPK menyimpan berprasangka buruk mengenai kajian raperda yg tidak pernah kuorum. KPK mengira ada 'permainan' dibalik penundaan kajian 2 raperda reklamasi di ranah orang-orang yang berkepentingan untuk mengambil keuntungan.

Keraguan KPK memanglah sangat beralasan. Hal ini karena dua raperda reklamasi ternyata sudah diserahkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) ke DPRD DKI pada 23 April 2015. Waktu itu, namanya yaitu Raperda Zonasi Lokasi Pesisir serta Pulau-pulau Kecil Th. 2015-2035. Satu tahun berselang, raperda reklamasi tidak juga kunjung disahkan oleh DPRD DKI.

Info yang sudah didapat dari seseorang pejabat tinggi di KPK bahwa sesungguhnya suap raperda reklamasi pada anggota DPRD DKI diberikan dengan motif yang begitu simpel yakni supaya sidang kajian raperda reklamasi tidak kunjung kuorum. Penyebabnya, ada ketidaksamaan pendapat yang mendasar pada Gubernur DKI Jakarta dengan DPRD DKI berkaitan jumlah keharusan yang perlu dibayarkan pengembang lokasi. Ahok menginginkan agar beberapa pengembang menyetor keharusan 15% dari nilai NJOP, sedang DPRD cuma mau menyepakati supaya pengembang hanya menyetor 5% saja.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Ahok Diperiksa KPK Soal Suap Raperda Reklamasi

0 komentar: