Blog kumpulan berita yang terbaru, tips, hiburan, review aplikasi, blogging, cara mengatasi, kumpulan dari berbagai harga, smarphone android, laptop. Karena hidup adalah pilihan

Buntut Audit BPK di RS Sumber Waras, Kepala BPK Tantang Ahok

Kepala bagian di Bagian Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Harry Azhar tantang Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) sebagai Gubernur DKI Jakarta sekarang untuk menuntut audit yang dilakukan BPK  pada Rumah Sakit Sumber Waras ke pengadilan.

Hal ini disebabkan, dalam soal ini, kata Harry, Ahok berkata menyangsikan audit BPK itu. Harry sendiri juga disebut-sebut dalam skandal " Panama Papers ", yang membuat politisi PPP Syaifullah Tamliha beberapa hari lalu merekomendasikan agar Kepala BPK Harry Azhar untuk mengundurkan diri dari jabatan Kepala BPK Republik Indonesia.

" Menyangsikan audit BPK bisa saja mungkin dalam negara yang demokrasi ini. Langkahnya yang benar adalah tuntut saja hasil auditnya ke pengadilan, " kata Kepala BPK Harry Azhar dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (16/4/2016). Buntutnya bila audit ada yang disangsikan dapat diproses secara resmi di pengadilan.



Harry Azhar menyampaikan, BPK mendapat amanat oleh Undang-Undang untuk lakukan audit serta mengkalkulasi kerugian negara secara rutin. Dengan hal tersebut, bila ada pihak-pihak yang tidak menyetujui hasil final audit oleh BPK, bisa digugat ke pengadilan.

Di segi lain, Kepala BPK Harry Azhar  mengatakan, 94 persen masalah yang dihasilkan dan diaudit oleh BPK dibenarkan oleh pengadilan.

"Ada banyak yang mungkin telah lakukan tuntutan pada BPK, misalnya di Semarang. Alhamdulillah tuntutan itu berbuntut tidak sukses. Jadi bila Ahok terasa dirugikan,dapat silahkan tuntut BPK ke pengadilan, " kata Harry Azhar.

Terlebih dulu, Ahok menyatakan bakal membawa audit BPK di RS Sumber Waras ke pengadilan sesudah Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana dengan kata lain Lulung memotong telinganya. Hal ini dikatakan Ahok karena Lulung terlebih dulu bernazar bakal mengiris telinganya bila Ahok menuntut BPK ke pengadilan.

Berkaitan masalah RS Sumber Waras, Pemprov DKI Jakarta beli tempat punya Yayasan Kesehatan Sumber Waras sejumlah Rp 755 miliar dari Biaya Pendapatan serta Berbelanja Daerah Pergantian (APBD-P) tahun 2014.

Baca juga:
Bagaimana Pevita Pearce Setelah Selesai Operasi Tumor Payudara ?

Menurut BPK, sistem pengadaan tempat tidak sesuai sama prosedur. BPK menilainya Pemprov DKI beli tempat di lokasi itu dengan harga yang lebih mahal. BPK juga menilai kalau pembelian RS Sumber Warasitu terindikasi mengalami kerugian negara sebesar Rp 191 miliar.

Diluar itu, BPK juga temukan enam tanda-tanda penyimpangan dalam sistem pengadaan tanah, yaitu penyimpangan dalam step rencana, penganggaran, tim, pengadaan pembelian tempat RS Sumber Waras, pemilihan harga, serta penyerahan hasil.

Sedangkan berkaitan dengan skandal Panama Papers, Kepala BPK Harry Azhar sudah diperiksa oleh KPK. Dia juga sudah memberi klarifikasi pada Presiden Joko Widodo.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Buntut Audit BPK di RS Sumber Waras, Kepala BPK Tantang Ahok

0 komentar: