Blog kumpulan berita yang terbaru, tips, hiburan, review aplikasi, blogging, cara mengatasi, kumpulan dari berbagai harga, smarphone android, laptop. Karena hidup adalah pilihan

Kapan Ahok Membersihkan Kalijodo dari Prostitusi dan Judi ?

Kecelakaan mobil Fortuner di Kalideres, Jakarta Utara, yang menewaskan 4 orang pada Senin 8 Februari 2016 membuka tabir baru kalau lokasi Kalijodo belum bersih dari praktek prostitusi. Walaupun sebenarnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Selasa, 25 November 2014 pernah mengatakan tekadnya untuk menutup lokalisasi di Kalijodo.

 " Iya ingin dibongkar. Menunggu rusun selesai, segera dibongkar, " jelas Ahok waktu itu.



Saat itu Ahok belum dapat menjanjikan kapan tepatnya pembongkarannya. Tetapi dia menargetkan lokalisasi Kalijodo ditutup paling lambat Januari 2015. " Insya Allah, " demikian kata Ahok.

Tetapi menurut pernyataan si pengemudi serta penumpang Fortuner yang mengalami kecelakaan pada Senin (8/2/2016) menunjukkan kalau tempat prostitusi itu masih ada di Kalijodo.

Lokalisasi Kalijodo awalnya dimulai sejak tahun 1930-an, terkenal sebagai lokasi orang mencari "cinta". Kenyataannya sampai saat inipraktek prostitusi di Kalijodo itu masih ada.

Sebenarnya jauh sebelum Ahok berencana menutup lokalisasi di Kalijodo, tepatnya pada September 2001 Kepolisian Bidang Penjaringan, Jakarta Utara, pernah menggerebek satu bar di Kalijodo. Penggerebekan dilakukan karena dicurigai kalau di tempat itu berlangsung praktek penjualan wanita dibawah usia.

Tidak cuma prostitusi liar, Kalijodo dikenal juga sebagai tempat perjudian ilegal. Kepolisian juga sering bekerja ekstra keras untuk mengatasi Kalijodo. Maklum mulai sejak tahun 1930-an hingga awal 2000-an Kalijodo dikenal sebagai lokalisasi prostitusi serta perjudian. Akibat prostitusi serta judi itu, seringkali menyebabkan bentrok antar geng di Kalijodo.

Mantan Kapolsek Penjaringan yang saat ini menjadi Direktur Reserse serta Kriminil Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Khrisna Murti memiliki pengalaman mengatasi Kalijodo. Pengalaman perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian 1991 itu kemudian dituliskan dalam buku berjudul, 'Geger Kalijodo'.

Krishna yaitu pejabat lokasi pertama yang sukses membubarkan lokalisasi di Kalijodo.
Krishna Murti yang saat itu memimpin Polsek Penjaringan seringkalimengatasi bentrok antar geng serta prostitusi di Kalijodo. Operasi yang dikerjakan kepolisian tidak dapat berjalan sampai tuntas tanpa ada support dari Pemerintah Propinsi DKI. Krishna juga meminta support dari Pemprov DKI.

Baca juga:
Kabar Terbaru Tubuh Angelina Jolie

Menurut Krishna seperti dituturkan dalam buku, 'Geger Kalijodo', jajaran pimpinan Polda Metro Jaya berulangkali memberi sinyal dan warning kepada Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta untuk lebih memperhatikan Kalijodo yang rawan kejahatan. Lewat Kepala Dinas Penerangan Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Anton Bachrul Alam, Polda akan secepat mungkinmeminta Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta serta DPRD untuk bersama-sama mengatasi lokasi Kalijodo.

" Bahkan juga Pak Anton mengatakan, kami lebih suka lokasi prostitusi serta perjudian Kalijodo itu ditutup, seperti yang dilakukan pada Kramat Tunggak, " kata Krishna di buku 'Geger Kalijodo'.

Akankah Ahok benar-benar mewujudkan penutupan lokalisasi Kalijodo seperti Gubernur Sutiyoso pernah menutup Kramat Tunggak?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kapan Ahok Membersihkan Kalijodo dari Prostitusi dan Judi ?

0 komentar: