Blog kumpulan berita yang terbaru, tips, hiburan, review aplikasi, blogging, cara mengatasi, kumpulan dari berbagai harga, smarphone android, laptop. Karena hidup adalah pilihan

Mau Bisa Terus-menerus Positive Thinking?


Pada usia sekolah tentunya merupakan masa yang sangat menyenangkan. Tapi apa jadinya jika di masa-masa tersebut, anak-anak justru merasakan depresi dan stres?

Seringnya perubahan sistem pengajaran atau kurikulum di sekolah merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya tingkat stres dan depresi pada anak. Oleh karena itu, tim Pusat Kesejahteraan dan Ketahanan di Australia Selatan mengadakan penelitian dengan melibatkan 200 sekolah. Dari penelitian ini, mereka ingin melihat bagaimana anak-anak dapat lebih fokus untuk berpikir positif.

"Tapi ada beberapa orang yang jika dilatih untuk berpikir lebih efektif, mereka dapat mencegah dirinya sendiri dari pikiran yang dapat menjebak dan membuat kesehatan mentalnya terganggu," jelas Gabrielle Kelly seperti dikutip dari ABC Australia, Sabtu (9/8/2014).

Selain itu, direktur dari Pusat Kesejahteraan dan Ketahanan Australia ini juga mengatakan bahwa tidak berarti pendekatan psikologi positif dapat mencegah seseorang dari penyakit yang berbahaya.

Untuk lebih mudah menanamkan berpikir positif pada diri kita, Prof Martin Seligman memiliki teori yang cukup efektif, yaitu 'PERMA'. Istilah tersebut merupakan singkatan dari Positive Emotion (emosi positif); Engagement (janji); Relationships (hubungan); Meaning (makna); dan Accomplishment (pencapaian). Semua hal tersebut digunakan untuk menanamkan pikiran positif pada diri kita.

"Jika PERMA Anda baik, Anda akan lebih terampil dalam menanggulangi tantangan hidup," jelas Gabrielle Kelly.

Tak hanya Kelly, koordinator dari Pusat Kesejahteraan dan Ketahanan Australia, Dunja Nerdic, juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, jika tiap orang menerapkan teori ini, mereka akan dengan mudah menghilangkan pikiran negatif. Bagi anak-anak sekolah, pikiran negatif akan lebih mudah diterima oleh mereka dari lingkungan terutama teman-teman terdekat.

"Menurut saya, sangat penting untuk melihat bahwa Anda terpengaruhi dari orang-orang terdekat Anda," tutup Nerdic.

Baca Artikel Menarik Kami yan Lainnya : Gilaaaaaaaaa... Pramugari Ini Mempunyai Profesi Lain di Pesawat sebagai PSK dan Sudah Meraup Rp. 14 Miliar selama 2 Tahun


Bahayakah Berpikir Positif ?

Ternyata selain itu berdasarkan penelitian cara berpikir positif seperti di atas juga dapat menimbulkan bahaya. Ketika seseorang merasa suasana hatinya buruk kalimat nasihat yang mungkin sering diucapkan adalah 'coba berpikir positif'. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri, bahagia, dan mencegah penyakit mental seperti depresi namun apakah cara tersebut sebenarnya betul-betul efektif?

Berpikir positif (positive thingking) disebut  ahli sering disalahartikan menjadi melihat hal positif untuk selalu bahagia dan tersenyum pada situasi buruk. Psikolog dari The Positivity Institute, Suzy Green, mengatakan hal tersebut justru berbahaya.

Contoh dari berpikir positif yang salah dan bisa berbahaya adalah pada situasi berisiko tinggi seperti orang sakit. Seseorang bisa 'menolak' kondisinya dan tak mencari pengobatan medis yang ia butuhkan.


Menurut Suzy yang harusnya dilakukan seseorang ketika menghadapi situasi sulit adalah berpikir optimis realistis namun tetap terbuka dengan segala kemungkinan.

"Ini seperti berbicara dengan diri Anda, 'oke semua hal ini bisa rusak berantakan, tapi saya akan melakukan ini jika memang benar terjadi,'" kata Suzy seperti dikutip dari ABC Australia pada Kamis (8/10/2015).

Sangat normal bagi seseorang untuk merasa sedih dan dilanda emosi negatif ketika dihadapkan pada situasi sulit. Mencoba menutup mata akan hal tersebut malah bisa jadi tidak produktif.


"Dengan berpikir optimis realistis, Anda bukannya tak mempunyai pikiran negatif. Anda hanya menjadi tak kalah terhadap hal negatif dan mencoba berpikir lebih optismis dari situasi. Anda mencari bukti bahwa Anda dapat mencapai sesuatu atau bisa melalui situasi yang sulit," tutup Suzy.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mau Bisa Terus-menerus Positive Thinking?

0 komentar: