Blog kumpulan berita yang terbaru, tips, hiburan, review aplikasi, blogging, cara mengatasi, kumpulan dari berbagai harga, smarphone android, laptop. Karena hidup adalah pilihan

Gaya Memotret dari Bus saat Tur dalam Kota: Penuh Kejutan di Tiap Pengkolan


Memotret dari kursi di dalam bus saat anda tur di luar atau dalam kota bukanlah pilihan spot yang favorit bagi para juru foto. Akan tetapi cara ini menjadi cara yang paling memungkinkan untuk mengenal medan sebelum streetphotography. Riset kecil-kecilan ini menjadi penting karena dapat menemukan keunikan suatu kota sebelum melakukan eksekusi secara lebih dekat dengan subjek foto.
Pun begitu, jika waktu perjalanan sangat mepet -- misalkan, di sela-sela waktu business trip – anda mencuri –curi foto saat di dalam bus menjadi sebuah keharusan. Asalkan tahu plus minusnya, aktivitas memotret dari bus bisa dimaksimalkan. Bahkan dapat memperoleh kejutan-kejutan yang sulit diperoleh pada angle-angle biasa.
Baca Artikel Menarik Kami yang Lainnya: ANDA PUNYA LAPTOP BARU DI SAAT DOLLAR LAGI TINGGI: INI TIPS UNTUK MENJAGA LAPTOP ANDA
Pertama, jika memungkinkan, datanglah paling pertama dan duduklah pada kursi terdepan, dengan pilihan di kursi yang di  belakang kursi sopir. Posisi ini memungkinkan memotret view depan dan samping. Jika melewati jalanan berkelok, kemungkinan memperoleh foto jalan yang berliku sangat potensial.

Kalaupun tidak, pastikan anda duduk di dekat jendela. Sebisa mungkin duduk sisi kiri (dekat bahu jalan). Sebaliknya, di negara dengan setir kiri, carilah tempat duduk di dekat jendela kanan (dekat bahu jalan). Kenapa? Kalau posisi di dekat jendela yang dekat dengan median jalan, ada spot kosong yakni jalur berlawanan yang membuat foto menjadi kurang efektif.
Kedua, gunakan lensa zoom dengan efisien. Begitu anda mendapatkan subjek menarik di kejauhan, segera anda tarik zoom sampai subjek berada di jarak tembak. Kekuatan autofocus kamera menjadi pertaruhan untuk aksi ini.

Kendati demikian, untuk meminimalisir foto tidak fokus, anda bisa menggunkan difragma kecil dan wide angle untuk kemungkinan croping. Sebelumnya, jangan lupa untuk menseting kualitas gambar pada ukuran Large untuk kemungkinan croping tersebut. Cropping bukan hal tabu untuk memperkuat cerita. Foto Alberto Korda 'Che Guevara' yang legendaris itu juga hasil cropping loh.

Ketiga, pilihan mode pemotretan. Apakah harus Manual, otomatis ataukah speed priority. Tidak ada rumus baku untuk menentukan mode paling efektif. Akan tetapi, mengingat perjalanan bus dengan kecepatan yang berubah-ubah, maka dari itu menggunakan mode Manual sangat beresiko.

Sejumlah fotografer menyarankan speed priority atau otomatis sekaligus guna meminimalisir shake, blur atau unfocus. Pertanyaanya, berapa kecepatan rana yang diperlukan untuk membuat gambar freez? Biasanya lebih cepat dari 1/1000, tergantung pelan tidaknya kendaraan.

Selebihnya, konsentrasilah dan siap-siap memencet kamera dengan tiba-tiba karena banyak momen datang dan pergi dalam sekelebatan mata. Oh iya, kalau terdapat menu contines shoot, ini waktu yang tepat untuk menggunakannya.


Keempat, maksimalkam angle atas (high angle) saat sedang memicing dari kursi bus. Angle atas pada kisaran 15 hingga 30 derajat ini mampu merekam suasana dengan apik. Suasana kota mampu berpindah ke kamera dengan otentik. Meski tidak sesempurna berjalan kaki, jika beruntung, masih mampu mendapatkan ekpresi atau gesture warga kota tanpa harus permisi terlebih dahulu (candid).

Kelima, tetaplah menikmati perjalanan dengan menyenangkan tanpa harus menjadi 'autis' oleh kamera. Oh iya, pastikan memori dan baterei mencukupi, jika perlu menyiapkan baterei cadangan. Sebab, bukan tidak mungkin kamera akan selalu pada posisi standby selama perjalanan.

Kemudian edit seperlunya di software sebelum dishare ke media sosial atau disimpan untuk koleksi pribadi. Bisa untuk wall decoration atau sekedar wallpaper di komputer dan portfolio anda, suatu hari kelak.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Gaya Memotret dari Bus saat Tur dalam Kota: Penuh Kejutan di Tiap Pengkolan

0 komentar: