Blog kumpulan berita yang terbaru, tips, hiburan, review aplikasi, blogging, cara mengatasi, kumpulan dari berbagai harga, smarphone android, laptop. Karena hidup adalah pilihan

Apaaaa...? Anak Tak Suka Makan Buah dan Sayur...? Ini Trik Mengatasinya



Selain pola makan yang tidak teratur, kurangnya asupan buah dan sayur bisa menjadi faktor utama terjadinya gangguan pencernaan. Lantas bagaimana jika ada seseorang yang memang tak suka makan buah atau sayur, terutama anak-anak?

"Supaya saat dewasa menyukai makan sayur dan buah maka harus dikenalkan buah dari kecil. Caranya yang paling penting ya orang tua harus mencontohkan suka makan sayur dan buah," papar dokter pemerhati gaya hidup, dr Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt.

Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan agar anak suka buah dan sayur yaitu menyajikan buah dengan potongan kecil-kecil agar bisa digenggam anak-anak. Dengan begitu anak akan terbiasa mengonsumsi dan mengenali buah-buahan dan sayur.

"Selain itu, cekokin mereka dengan informasi akan pentingnya buah dan sayur," imbuh dr Grace. Penjelasan itu diberikan dr Grace dalam Intimate Media Gathering Buavita Royale Mix Berries, di Mama Goose Restaurant, Common House, Jl Panglima Polim IX, Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2013).

Jika memungkinkan, tak apa memberi anak keju setelah ia mengasup buah. Sebab, cara itu dikatakan mampu mengembalikan kadar pH pada mulut menjadi netral. Lantas, bagaimana dengan pemberian buah yang dijus?

Tidak masalah memberi si kecil jus buah sesekali. Tapi, usahakan ia langsung meneguk habis jus yang diberikan. Kemudian, minum sedikit air putih setelahnya. Sebab, jus buah pada dasarnya juga mengandung gula yang tinggi. Misalnya saja jus jeruk mengandung 10 gram gula per takaran 100 ml. Bahkan, jus apel memiliki jumlah gula yang lebih tinggi.

Nah, kandungan gula yang terlalu banyak dikonsumsi sudah pasti bisa merusak gigi, salah satunya adalah gigi yang patah dan tidak utuh. Data British Dental Association menyebutkan hampir 50 persen anak usia 4-18 tahun menunjukkan tanda-tanda gigi yang patah.

Seperti diketahui, buah dan sayur mengandung banyak serat yang sangat berguna untuk kesehatan. Misalnya saja inulin yang salah satunya terkandung dalam buah berri dan merupakan salah satu serat larut. Inulin berfungsi untuk membantu pencernaan, menyerap air, dan memberi makan bakteri yang berguna bagi pencernaan.

Meski buah dan sayur sangat bermanfaat bagi kesehatan, kesadaran masyarakat di Indonesia untuk mengonsumsi buah dan sayur bisa dikatakan masih rendah. Data Riskesdas tahun 2007 menunjukkan bahwa 93,6 persen orang Indonesia kurang makan buah dan sayur. Sementara itu data Susenas tahun 2012 menunjukkan bahwa orang Indonesia hanya menghabiskan Rp 19 ribu per bulan untuk membeli buah.

"Kalau dalam piramida makanan, di bagian bawah itu yang paling banyak adalah karbohidrat lalu disusul serat. Barulah setelah itu lauk pauk dan olahan seperti tepung atau gula," kata dr Grace yang saat itu mengenakan celana jeans dipadu blazer putih.


"Kebutuhan serat per hari kita juga normalnya 20 sampai 30 gram, tapi dengan data seperti itu, menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi serat masyarakat Indonesia hanya 10 gram per hari," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat harus lebih sadar lagi tentang pentingnya serat dan sayur. Selain itu, bagi orang tua, mulailah mengenalkan buah dan sayur pada putra putrinya agar mereka terbiasa mengonsumsi buah serta sayur saat dewasa sehingga kebutuhan seratnya tercukupi.

"Selain itu juga harus diimbangi dengan pola hidup sehat, banyak minum air putih, dan olahraga," pungkasnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Apaaaa...? Anak Tak Suka Makan Buah dan Sayur...? Ini Trik Mengatasinya

0 komentar: