Blog kumpulan berita yang terbaru, tips, hiburan, review aplikasi, blogging, cara mengatasi, kumpulan dari berbagai harga, smarphone android, laptop. Karena hidup adalah pilihan

Hebohhh...Ada Tuhan di Banyuwangi

Bila ada seorang yang mengakui Tuhan, pasti orang itu akan segera dibui karena dikira sudah menistakan agama. Nama itu identik dengan Sang Maha Pencipta. Tetapi, bagaimanakah bila nama itu benar nama orang sesuai hukum yang berlaku,yaitu Tuhan.

Derasnya arus info media sekarang ini bikin Tuhan mendadak populer terlebih di jagad sosial media. Saat ini beredar seseorang pria yang mempunyai nama Tuhan. Dimaksud Tuhan lantaran nama itu sesuai sama yang tercatat di ktp (KTP). Jati diri yang mempunyai nomer induk kependudukan (NIK) 3510243006730004 dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Artikel menarik lain di www.DiTarik.comRaih Jutaan Rupiah Dengan Menjadi Ojek Go-Jek, Berikut Cara Daftarnya
Dalam KTP tersebutterdaftar nama Tuhan yaitu beralamatkan Warga Dusun Krajan, Desa Klincing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi RT/RW : 001/002. Tuhan dilahirkan pada 30 Juni 1973 dan merupakan masyarakat asli Banyuwangi.

KTP Tuhan sendiri dikeluarkan pada 7 oktober 2012 serta habis berlaku tepatnya pada 30 Juni 2017. Adapun Tuhan sekarang ini bekerja sebagai wiraswasta pedagang dan tukang kayu. ScreenShot KTP Tuhan sudah beredar luas di beberapa jejaring sosial dan blog-blog.

Seseorang yang bernama Ihya Ulumudin, warga Jemursari, Wonocolo, Surabaya mengakui memperoleh photo KTP Tuhan dari beberapa group yang dikutinya.
 "Saya dapat dari group Media Online photo KTP itu. Ya kaget juga kok ada orang yang namanya Tuhan hehehehhee...., " tutur pria yang bekerja di lingkungan Pemprov Jawa timur, Jumat (21/8/2015).

Waktu terima kiriman photo itu, Ihya mengakui langsung tertawa lebar karena namanya yang unik. Sampai sekarang ini belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Banyuwangi berkenaan kebenaran nama warganya itu.


Tanggapan MUI 

Hal semacam ini segera direspon cepat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI (Jawa Timur). MUI Jawa timur mengimbau dengan sangatsupaya tukang kayu itu selekasnya ganti namanya. Minimum pria ini menambahkan sebuah nama lagi dimuka atau diakhir namanya, supaya tak memiliki kandungan penafsiran yang salah.

“Nama Tuhan dinilai kurang baik dengan cara norma agama. Akan baik jika ditukar atau diberi tambahan saja, ini karena dianggap tidak mematuhi norma agama,” tegas Ketua MUI Jawa timur, KH Abdusshomad Bukhori, Senin (24/8/2015).

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Hebohhh...Ada Tuhan di Banyuwangi

0 komentar: