Blog kumpulan berita yang terbaru, tips, hiburan, review aplikasi, blogging, cara mengatasi, kumpulan dari berbagai harga, smarphone android, laptop. Karena hidup adalah pilihan

Siapa "Pengendali Pemerintahan" JOKOWI

Presiden yang terhormat, bapak Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Sebenarnya masalah di indonesia masih bisa diatasi apabila presiden beserta wakil tidak dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki tujuan yang buruk. Misalnya saja seperti ingin memperkaya kelompok, keluarga dan bahkan diri sendiri. Tujuan tersebut memiliki efek tidak baik bagi hukum dan keadilan rakyat.

Seperti contoh kenaikan harga BBM, apa efeknya bagi masyarakat. Apakah bisa merasakan dari naiknya harga BBM tersebut? Lalu ada lagi, kenaikan harga tarif dasar listrik, gas elpiji, dan tiket transportasi? Siapa yang merasakan efek dari itu semua kalau bukan rakyat. Lalu pertanyaan nya adalah kemana sumber subsidi tersebut dialihkan? Apakah dengan dialihkannya subsidi membuat rakyat semakin sejahtera dan makmur sentosa! tidak juga kan!

Sebenarnya berbagai kenaikan tersebut sudah diatur dan terkesan seperti buru-buru. Kita tidak akan pernah mengenali kejahatan demi kejahatan disetiap kebijakan pemerintah karena presiden memegang kendali negeri ini. Oleh karena itu, rakyat lah yang sebenarnya mempunyai hak untuk menolak setiap kebijakan pemerintah. Tapi apa boleh buat, semua terkesan di acuhkan dan di cuakin. Yang ada malah kata, bukan urusan saya.

Dari setiap kebijakan yang dibuat. Tidaklah seorang presiden sendiri yang mengatur. Pasti ada orang dalam (Sebut: Internal Partai) yang mengendalikan untuk menggerus uang-uang rakyat.

Jadi siapa yang sebenarnya mengendalikan pemerintahan jokowi?

Semua orang pasti akan tahu dan tidak akan disebutkan disini siapa orang tersebut. Namun yang pasti pada pemerintahan jokowi ini banyak sekali keganjilan disetiap keputusan yang diambil oleh presiden republik indonesia tersebut. Apa saja, coba kita lihat

1. Kenaikan Harga BBM Ketika Jokowi Baru Menjadi Presiden

Mengambil keputusan disaat rakyat sudah benar-benar percaya kepada presiden, tapi presiden malah menaikkan harga BBM dengan alasan subsidi yang tidak tepat sasaran dan harus dialihkan kepada yang berhak mendapatkan subsidi. Apakah ini petanda kalau pengalihan subsidi hanyalah omong kosong, toh buktinya tidak semua masyarakat merasakan dampak dari pengalihan subsidi.

Padahal, jika pengalihan tersebut benar-benar terjadi dan subsidi BBM dihapuskan seharusnya BBM mengikuti harga minyak dunia. Namun apa yang terjadi? BBM naik turun dengan tidak diikuti oleh barang-barang dipasar yang ikut turun sesuai dengan kebijakan penghapusan Subsidi BBM tersebut. Alhasil masyarakat merasakan dampak buruknya karena harga yang terus melonjak tajam.

Hal yang terlihat ganjil adalah mengapa ia baru saja disahkan menjadi presiden namun terburu-buru menaikkan harga? Apakah jokowi memikirkan dampak dari permainan harga barang di pasar? Tidak! karena itu bukan urusan seorang presiden.

2. Keputusan untuk tidak membagi-bagikan jatah kursi kepada partai pengusung.

Nyatanya, saat ini yang duduk manis dan menikmati hasil dari jokowi menjadi presiden adalah orang-orang yang berada di partai pengusung. Seperti Nasdem, PDI-P, dan Hanura.

Bukankah ini tidak baik, karena sudah melanggar kode etik ketika kampanye. Sebenarnya ini ada yang mengendalikan siapa saja yang berhak masuk dan tidak dipemerintahan jokowi, namun sekali lagi tidak bisa disebutkan disini karena kalian pasti sudah tau siapa dalangnya.

Alhasil dari keputusan jokowi tersebut, sudah dipastikan tingkat korupsi semakin tinggi karena yang duduk di kursi alternatif adalah partai-partai pengusungnya serta pendukungnya saat kampanye. Seperti kursi jaksa agung yang dipegang oleh HM prasteyo (Partai Nasdem), Luhut Pendjaitan sebagai Staf kepresidenan (Orang yang berpengaruh saat kampanye), Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN (Tim Transisi Jokowi saat kampanye), Amran Sulaiman sebagai menteri pertanian (Penyandang dana kampanye), dan masih banyak lagi.

Apakah kalian tahu apa efek dari bagi-bagi kursi, tentu saja balik modal! Sehingga tingkat korupsi di jabatan yang strategis akan membuat orang-orang tertentu dengan mudah membuat kebijakan yang dapat menguntungkan diri sendiri ataupun kelompok.

pengendali jokowi


Jadi kemungkinan besar yang mengendalikan jokowi adalah orang-orang yang memiliki peran besar dalam pengangkatan secara sah jokowi sebagai presiden.

Jangan lupa juga, presiden yang dianggap petugas partai ini mungkin tidak selamanya dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu, namun bisa juga jokowi menciptakan kebijakan sendiri untuk kepentingan rakyat. Karena mungkin budget atau posisi uangnya tidak strategis dan tergolong rendah.

Sebagian masyarakat masih percaya dan masih mengharapkan jokowi terus berupaya demi rakyat. Jadi jokowi harus bangkit dan hindari orang-orang pengendali pemerintahan nya. Jadi harus berani dan lebih tegas dalam menghindari setiap masalah besar pada negeri ini termasuk koruptor dan mafia-mafia yang hanya memanfaatkan petugas partai yang menjadi presiden.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Siapa "Pengendali Pemerintahan" JOKOWI